Kaskaduk

Menebar Kebaikan Tanpa Memandang Suku, Agama, Atau Ras dan Lain Sebagainya.

Ini Rahasia Ahok agar PNS DKI Dipercaya Publik Serta Bocoran Cawagub PNSnya

Cara Ahok agar PNS DKI Dipercaya Publik

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengaku kembali ingin berduet dengan Djarot Saiful Hidayat dalam Pilkada DKI 2017. Namun jika keinginan itu tak terwujud, Ahok ingin mencari pendamping dari sosok PNS DKI.

Pilihan itu cukup beralasan. Ahok ingin menghapus stigma PNS malas, koruptif, dan bodoh. Ia ingin menumbuhkan kepercayaan publik bahwa banyak PNS DKI yang baik.

"‎Masih ada yang nggak percaya kalau PNS melayani. Makanya saya minta PNS yang di PTSP suruh pakai baju cokelat, supaya orang lihat yang layani kita PNS, orang tahu PNS DKI bekerja," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Rabu 24 Februari 2016.

Ini Rahasia Ahok agar PNS DKI Dipercaya Publik Serta Bocoran Cawagub PNSnya
Foto: Ari Saputra
Namun rupanya tingkat kepercayaan publik terhadap kiprah dan kinerja PNS di pemerintahan masih belum signifikan. Menurut Ahok, masih banyak masyarakat meragukan bahwa PNS jujur dan rajin bekerja.

"‎Makanya kalau dicalonkan jadi wagub, orang akan cari. Kalau kamu nyalon pasti orang akan nyari-nyari kelemahan kamu," tutur dia.

Adanya wacana Ahok bakal mengusung cawagub dari PNS diharapkan publik ‎akan mengorek kejelekan-kejelekan tokoh tersebut. Dengan begitu, publik akan semakin tahu PNS DKI itu seperti apa.

‎Jika publik tidak menemukan kelemahan pada tokoh PNS itu, kata Ahok, secara otomatis kepercayaan publik terhadap pegawainya akan muncul.

"‎Kalau ini tidak terbukti, maka akan membangkitkan kepercayaan rakyat bahwa sebetulnya tidak hanya ada pejabat publik yang  jujur, tapi juga ada PNS jujur," kata dia.

Selama ini, prestasi PNS di pemerintahan kurang disoroti publik. Hanya politikus yang mendapatkan ruang di hati masyarakat karena keberhasilannya di pemerintahan. Meskipun jauh lebih banyak juga politikus yang tidak dipercaya ‎publik karena dianggap gagal menjalankan amanat rakyat.

Harus 'KKN'

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama muak dengan praktik korupsi yang masih ada di Pemprov DKI Jakarta. Bahkan, Ahok ingin ikut 'KKN'.

Ahok mencontohkan Dinas Perhubungan dulu justru memberikan trayek yang banyak penumpangnya ke operator swasta. Padahal, Pemprov DKI Jakarta memiliki BUMD di bidang transportasi, yakni PT Transjakarta.

"Nah sekarang tidak ada lagi. Saya sudah ingatkan Dishub, Anda harus ingat, perusahaan milik gubernur dan Pemda DKI adalah Transjakarta. Jadi kita harus 'KKN' lah," ujar Ahok.

Mantan Bupati Belitung Timur itu ingin Transjakarta didukung oleh seluruh pejabat Jakarta. Seluruh trayek harus dikuasai oleh Transjakarta.

Bahkan harus sampai ke Jabodetabek. Dengan begitu, warga bisa mendapatkan pelayanan bus terbaik dengan harga terjangkau.

"Jadi yang Anda bela mau 'KKN' mau dukung habis adalah perusahaan saya. Anggap saja gubernur 'KKN', gubernur punya perusahaan 'KKN' namanya Transportasi Jakarta," tutur Ahok.(liputan6)

Ahok: Publik Perlu Cari Kelemahan PNS yang Saya Wacanakan Jadi Cawagub

Deputi Gubernur DKI Ozwar Muazim Mungkasa dan Kepala BPKAD Heru Budi Hartono adalah dua PNS yang disebut Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok) sebagai kandidat calon wakil gubernur yang dia minati. Ahok melempar wacana itu agar publik menyoroti kalangan PNS, apa benar mereka jujur dan tak malas bekerja.

"Misal saya sebutkan Pak Oswar, atau Heru, wah semua orang akan cari Oswar itu siapa, pernah kasus apa, ada pacar apa enggak, mobilnya di mana, pasti dong," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (24/2/2016).

Meski begitu, Ahok menyatakan sebenarnya tak hanya dua nama itu saja yang dia minati. Ada pula nama PNS mantan Deputi Gubernur DKI Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Sarwo Handayani dan Sekretaris Daerah Saefullah yang ikut digadang-gadang Ahok menjadi cawagubnya di Pilgub DKI 2017.

"Ya kebetulan saja aku sebut dua nama (Oswar dan Heru). Dulu aku sebut Bu Yani kok. Sekda pernah kusebut," kata Ahok.

Ahok ingin menunjukkan ada PNS yang punya etos kerja mumpuni sekaligus antikorupsi. Perbaikan citra PNS sebenarnya sudah dimulai sejak era Gubernur Joko Widodo beberapa tahun lalu. Bila publik percaya dengan PNS, maka satu syarat negara maju sudah terpenuhi.

"Orang masih enggak percaya ada PNS yang mau melayani. Sekarang kita mau minta PNS yang di PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemprov DKI) semua pakai baju cokelat. Sekarang supaya orang tahu yang melayani kamu itu PNS. Orang mulai melihat PNS DKI berubah loh," tutur Ahok.

Bila publik benar-benar bisa membuktikan PNS DKI itu orang-orang yang berkinerja baik, maka terbukalah jalan menuju perbaikan. Apalagi bila partai politik juga bisa berubah menjadi lembaga yang terpercaya, maka keadaan bisa menjadi lebih baik.

"Sekarang orang tak ada kepercayaan kepada partai politik," ujarnya.

"Kalau dua elemen ini dipercaya (pejabat dan PNS jujur) ditambah parpol mencalonkan orang yang betul, berarti bangsa ini akan kuat, reformasi kita tuntaskan. Apalagi parpol dipercaya, politisi dipercaya, birokrat dipercaya," tutur Ahok. (detik
 
Copyright © 2016 Kaskaduk - All Rights Reserved
DMCA.com Protection Status
Template By Kunci Dunia